Doa di Atas Jembatan Penyeberangan Itu Kini Terkabul

Di jembatan penyeberangan Kramat Raya itu, saya juga bilang ke beliau, “Kalau sudah doktor, semoga Romo kelak jadi uskup.” Seingat saya saat itu beliau menjawab “Amin.” Kalau tak salah, ia juga mengatakan, [kurang lebih] “Dengan jabatan itu kita bisa berbuat banyak untuk melakukan perubahan.”

Avatar of Redaksi Krebadia
Mgr Maksimus Regus

Ditulis oleh Josafat Kokoh Prihatanto

Profisiat kepada Romo Maksimus “Max” Regus yang diangkat Paus menjadi uskup Labuan Bajo-Flores. 

Curriculum Vitae

■ Tempat & Tanggal Lahir : Todo, 23 September 1973

■ Tahbisan Imamat : 10 Agustus 2001

■ Latar Belakang Pendidikan

* studi Filsafat STFK Ledalero, 1993-1997

* Studi Teologi STFK Ledalero, 1999-2001

* Studi S2 Sosiologi, Universitas Indonesia, lulus tahun 2009

* Studi S3 Sosiologi, Graduate School of Humanities, Tilburg catholic University

Belanda, lulus tahun 201 7

■ RD. Maksimus Regus juga sudah menerbitkan beberapa artikel ilniah dengan tema politik, filsafat, dan hak asasi manusia.

Pengalaman Pastoral

■ Pelayanan Diakon di Paroki Kristus Raja, Ruteng, Mei-Agustus 2001

■ Imam Kapelan di Paroki Kristus Raja, Ruteng, September 2001-Agustus 2007

■ Ketua Komisi Antaragama, Keuskupan Ruteng, 2002-2007

■ Koordinator Dialog Antaragama, Keuskupan Ruteng, 2005-2007, didukung oleh Kirch in Not, Jerman

■ Koordinator untuk Kegiatan Kaum Muda Lintas Agama, Keuskupan Ruteng, 2005-2007, didukung oleh Kirch in Not, Jerman

■ Dosen di Unika St. Paulus Ruteng, 2018-2019

■ Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Unika St. Paulus Ruteng, 2019-2023

■ Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Juni 2023-2027

■ Koordinator Imam Diosesan, Keuskupan Ruteng, 2020-2023

■ Koordinator Imam Diosesan, Keuskupan Ruteng, 2023-2026

Di Jembatan Penyeberangan Kramat Raya

Saya mengenalnya sejak 1997, waktu masuk SMP di Kisol. Saat itu, Rm Max menjalani Tahun Orientasi Pastoral [TOP], sebagai calon imam projo Keuskupan Ruteng. Dia menjalani masa TOP selama dua tahun dari 1997 hingga 1998 atau hingga kami kelas II SMP.

Saya bertemu kembali dengan beliau waktu saya kuliah di Jakarta. Sekitar tahun 2007 [atau 2008], beliau melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia, jurusan Sosiologi. Saya menemani beliau dari Wisma Unio Kramat ke UI Depok untuk menemui Prof Robert Lawang [Guru Besar Sosiologi UI] dan Ibu Dr Erry Seda [juga sosilog UI].

Kami naik taksi dari Kramat. Saya masih ingat di atas jembatan penyeberangan di dekat Wisma Unio ke depan SMK St. Fransiskus Kramat, saya bilang, “Akhirnya bisa lanjut studinya ya Romo.”  Saya menggunakan kata ‘akhirnya’ karena saya dengar rencana studi lanjutannya beberepa kali batal.

Saya juga menyampaikan, “Semoga bisa sampai ke jenjang doktor.” Dan, ternyata benar, setelah selesai S2 Sosiologi UI, Rm Max melanjutkan studi doktoral di Belanda.

Di jembatan penyeberangan Kramat Raya itu, saya juga bilang ke beliau, “Kalau sudah doktor, semoga Romo kelak jadi uskup.” Seingat saya saat itu beliau menjawab “Amin.” Kalau tak salah, ia juga mengatakan, [kurang lebih] “Dengan jabatan itu kita bisa berbuat banyak untuk melakukan perubahan.”

Tahun 2023 lalu, Romo Max dipercaya oleh  Yayasan St. Paulus Ruteng menjadi rektor Universitas Katolik St. Paulus Ruteng. 

Hari jelang pengumuman uskup Labuan Bajo, di berbagai grup WhatsApp beredar sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai uskup terpilih. Feeling pertama saya ke Romo Martin Chen Pr. Tetapi kemudian beralih ke Romo Max. Saya pun berinisiatif melakukan pencarian jejak karya beliau di internet. Saya juga menghubungi salah satu teman yang bekerja di Unika St Paulus untuk meminta biodata beliau.

Dengan nada bertanya, saya bilang ke kawan itu, “Jangan-jangan rektor Unika yang jadi uskup Labuan Bajo?”

Teman itu mengatakan, “Jangan spekulasi Bro.”

Saya bilang ke dia, “Kalau ada biodata Romo, saya minta untuk jaga-jaga. Kalian siap-siap cari rektor baru.”

Terakhir komunikasi dengan Rm Max melalui WhatsApp pada 13 Juni lalu. Saat itu, saya mengirim tangkapan layar artikel di Floresa.co soal klaim PT PLN bahwa berdasarkan penelitian ITB dan Unika St Paulus “panas bumi Ulumbu tidak menyebabkan seng berkarat.” dan “tidak ada kaitan dampak PLTP Ulumbu terhadap penurunan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.”

Di grup alumuni Kisol, saya menyampaikan sebaikanya Unika membuka ke publik hasil penelitian itu, kalau memang ada. Karena salah satu alasan warga Pocoleok menolak pengembangan PLTP Ulumbu adalah karena adanya dugaan aktivitas eksploitasi panas bumi itu merusak seng rumah warga dan juga menurunkan produktifitas tanaman pertanian.

Romo Max yang juga ada di grup itu, mengirimkan pesan melalui WhastApp ke saya. Intinya, ia mengatakan, ia tak tau ada penelitian yang melibatkan Unika St Paulus itu. Ia meminta agar Floresa.co melacak pihak yang melakukan penelitian itu. Belakangan diketahui, penelitian itu dilakukan oleh seorang dosen Pertanian Unika. Tetapi, dosen itu melakukannya atas nama pribadi, bukan lembaga Unika.

Harapan

Keuskupan Labuan Bajo adalah keuskupan baru, hasil pemekaran dari Keuskupan Ruteng. Karena itu, Romo Max adalah uskup pertama di wilayah paling barat Pulau Flores itu.

Labuan Bajo, adalah destinasi wisata. Bahkan, oleh Pemerintahan Joko Widodo,  ditetapkan sebagai desitinasi wisata super-premium. Dampaknya, investasi yang masuk ke wilayah itu sangat masif. Ekses negatifnya pun banyak, terutama bagi masyarakat kecil yang terdampak pembangunan. Ada yang tanahnya dirampas tanpa ganti rugi. Ada yang terancam kehilangan kampung halaman karena ada proyek panas bumi. 

Pembangunan yang hanya fokus di kota Labuan Bajo, tanpa memperhatikan dengan serius wilayah lain di Manggarai Barat, juga menjadi masalah serius yang melahirkan ketimpangan. 

Pembangunan sektor pariwisata yang masif dengan berbagai ekses negatifnya itulah menjadi medan pelayanan Rm Max sebagai uskup pertama Labuan Bajo. 

Saya percaya, sebagai seorang sosiolog dengan latar belakang ilmu filsafat, ia sangat memahami kondisi Labuan Bajo dan akan dengan bijak menentukan sikap Gereja terhadap berbagai persoalan di dalamnya.

Selamat kepada Mgr. Maksimus Regus Pr.

SUMBER