Kiprah PBSI Unika St. Paulus Ruteng: Romo Bone Rampung, Kaprodi yang Sibuk Tapi Tetap Rajin Menulis

Avatar of Etgal Putra
WhatsApp Image 2023 07 18 at 19.30.07
Gedung Utama Timur dan Gedung Utama Barat Kampus Unika Santu Paulus Ruteng.

Krebadia.com — Di tengah kesibukan sebagai dosen dan Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Katolik (Unika) Indonesia St. Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, Bonefasius Rampung, S.Fil, M.Pd yang lebih dikenal dengan nama Romo Bone Rampung tetap rajin menulis.

Romo Bone ditemui KrebaDi’a.com di ruang kerjanya Lantai IV Gedung Utama Barat, Kampus Unika Indonesia St. Paulus, Jalan Ahmad Yani 10 Ruteng, Kabupaten Manggarai, Kamis, 11 Mei 2023.

Sepanjang wawancara selama hampir satu jam, KrebaDi’a.com menggali banyak hal dari orang sibuk tapi tetap rajin menulis ini.

Soal ketekunannya dalam menulis, fakta dan data berikut ini akan memberikan gambaran.

Saat menjadi pengajar di Seminari Pius XII Kisol selama 11 tahun (2001-2012), imam kelahiran Manggarai 8 Februari 1967 ini rajin mengisi Rubrik Bahasa pada Surat Kabar Mingguan Dian. Dari sana lahirlah buku Fatamorgana Bahasa Indonesia 1 dan Fatamorgana Bahasa Indonesia 2. Penerbit Yayasan Pustaka Nusatama, 2005.

Baca Juga: Kiprah PBSI Unika St. Paulus Ruteng: Luar Biasa! Sebelum Ujian Skripsi, Mahasiswa Sudah Harus Terbitkan Buku

Sepanjang 2012-2017, saat menempuh pendidikan Magister di Universitas Negeri Malang dua tahun dan awal-awal menjadi dosen Unika Ruteng, Romo Bone tetap saja rajin menulis.

KrebaDi’a.com mencatat, dalam masa kepenulisan lima tahun itu, Romo Bone bergaul erat dengan internet.

Dia memiliki dua blogspot. Pertama, dia namankan “Fatamorgana Bahasa Indonesia”. Tag line pakai bahasa Latin. Lingua Maledicta Sicut Vipera Virus Mortiferum Promit. Bahasa Jelek Ibarat Ular Penyembur Bisa Mematikan.

Blogspot ini dimulai pada Desember 2012 dan berakhir pada Oktober 2016. Jumlah keseluruhan tulisannya 339 buah.

Sesuai dengan namanya, blogspot ini mengulas  hal-hal praktis yang berkaitan dengan praktik berbahasa. Dari nama blognya yang sama dengan dua bukunya terdahulu, boleh jadi isi blog ini akan menjadi buku juga.

Blogspot kedua diberi nama “Lentera Jiwaku”. Tag line-nya Penuntun Ziarah Jiwa yang Resah. Blog ini berisi renungan, yang dilakukannya dalam kapasitas sebagai orang tertahbis.

Blogspot ini dimulai pada 3 Juni 2012  dan berakhir pada 7 Januari 2017. Jumlah total tulisannya 130 buah.

Ketika ditanyai oleh KrebaDi’a.com tentang jumlah tulisannya pada kedua blogspot itu, Romo Bone sendiri tidak ingat.

“Saya tidak tahu lagi jumlahnya,” katanya.

Yang luar biasa, semua file tulisan itu masih ia simpan. Di situ keunggulannya. Dia seorang kurator bahasa yang andal. Tak ada yang tercecer dan lenyap.

Dalam penelusuran KrebaDi’a.com, keandalan seperti itu ada pada diri  Drs. Yohanes Sehandi, M.Si di Uniflor Ende. Tidak berlebihan Yan Sehandi digelari “Paus Sasta NTT”,  mengingatkan orang pada Hans Bagus Jassin si “Paus Sastra Indonesia”.

Menulis Buku “Fatamorgana Bahasa Indonesia”

Perihal gelar akademik di belakang nama Romo Bone Rampung, yakni S.Fil. Itu singkatan gelar Sarjana Filsafat. Sedangkan M.Pd singkatan gelar Magister Pendidikan.

Gelar S.Fil diperolehnya dari STFK Ledalero, Maumere, Flores, setelah belajar  Filsafat (1987-1991) dan Teologi (1992-1995). Sedangkan gelar M.Pd dia dapat dari Universitas Negeri Malang (2012-2014).

Sebelum mengikuti pendidikan Pascasarjana di Universitas Malang, Romo Bone menyelesaikan jenjang S1 di Universitas Sanata Dharma (1996-2000). Gelarnya S.Pd, singkatan dari Sarjana Pendidikan. Tapi karena bidang studinya linear dengan jenjang di atasnya maka yang digunakannya adalah gelar akademik yang lebih tinggi yaitu M.Pd. Kalau mau lengkap ya Bonefasius Rampung, S. Fil, S.Pd, M.Pd.

Sebelum bergabung ke Unika St. Paulus Ruteng, Romo Bone mengabdikan sebelas tahun waktunya di Seminari Pius XII Kisol, Kabupaten Manggarai Timur. Dia mengajar mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP dan SMA seminari itu (2001-2012).

Saat masih sebagai guru Seminari Kisol itulah dia menghasilkan dua buku. Fatamorgana Bahasa Indonesia 1 dan Fatamorgana Bahasa Indonesia 2.

Kedua buku itu diterbitkan oleh Yayasan Pustaka Nusatama, 2005. Tercatat pada Perpustakaan Nasional RI dengan ISBN 9797192881 dan ISBN 979719289x.

ISBN merupakan singkatan dari International Standard Book Number atau Nomor Buku Standar Internasional.

Mengutip Wikipedia, ISBN merupakan pengindentifikasian unik untuk buku-buku yang digunakan secara komersial.

Sistem ISBN diciptakan di Britania Raya pada tahun 1966 oleh seorang pedagang buku dan alat-alat tulis W. H. Smith dan mulanya disebut Standard Book Numbering atau SBN. 

Buku Fatamorgana Bahasa Indonesia laris karena praktis. Yang diulas adalah pemakaian kata dan penggunaan bahasa pada media masa.

Baca Juga: Kiprah PBSI Unika St. Paulus Ruteng: Luar Biasa! Sebelum Ujian Skripsi, Mahasiswa Sudah Harus Terbitkan Buku

Berbagai artikel yang menjadi materi buku Fatamorgana Bahasa Indonesia dimuat duluan pada Surat Kabar Mingguan Dian terbitan Ende, Flores.

Buku ini, “berisi rekaman aneka praktik berbahasa Indonesia yang tampaknya sederhana tetapi membingungkan. Contoh-contoh wacana dalam buku itu mengungkapkan kealpaan dan kesalahan berbahasa baik itu masyarakat biasa, pelajar, pegawai, jurnalis maupun para pejabat pada jajaran birokrasi.” Demikian deskripsi dari Perpustakaan Balai Bahasa DIY dalam webnya.

“Berpantun: Mengolah Rasa, Merangkai Kata”

Dalam tentang waktu dua tahun, 2020-2021, Romo Bone bersama Sabarti Akhidiah menghadirkan dua jilid buku kumpulan pantun berjudul Berpantun: Mengolah Rasa, Merangkai Kata. Penerbit Universitas Santu Paulus Ruteng.

KrebaDi’a.com kebagian jilid 2 buku itu dari Romo Bone. “Jilid 1 stoknya habis,” katanya.

Jilid 2 diberi kata pengantar oleh Dr. Leo Kleden, SVD. Leo Kleden adalah imam Katolik dari kongregasi Societas Verbi Disini (SVD) atau Serikat Sabda Allah. Kalau orang mendengar Soverdi, itu akronim dari Societas Verbi Divini.

Pater Leo dosen Filsafat pada STF Ledalero, Flores. Dia doktor lulusan Universitas Leuven, Belgia (1990), dengan disertasi dalam bidang Hermeneutika berjudul Symbolic-Textual Paradigm in the Hermeneutic Pholosophy of Paul Ricour.

Buku jilid 2 Berpantun: Mengolah Rasa, Merangkai Kata itu tebalnya 242 halaman. Pengantar oleh Pater Leo Kleden membentang sepanjang 82 halaman, sepertiga lebih dari jumlah halaman buku. Pengantar yang panjang, tapi memikat, karena memberikan bobot hermeneutik (penafsiran fislosofis) yang sarat nilai dan pesan.

Dalam penutup kata pengantarnya, Pater Leo menyatakan, melalui kumpulan pantun jilid 1 dan 2 ini genre pantun sebagai warisan budaya sastra Nusantara terus dihidupkan dan dikembangkan sebagai sarana menyampaikan pesan naratif tentang kebijaksanaan hidup.

Pater Leo mengapresiasi penerbitan buku ini sebagai suatu langkah awal gerakan berpantun pada generasi muda yang diharap terus mengembangkan warisan budaya Nusantara.

“Maka sekalipun buku ini mesti berakhir, inspirasinya diharapkan terus memantik daya kreatif yang tidak pernah berakhir,” tulisnya.

Pater Leo pun menggoreskan Pantun Penutup:

Ratusan bait pantun berlalu

mengisi ruang jiwa musafir.

Biarkanlah kami pamit dahulu,

bukan karena kehabisan berpikir.

Biarkan kami pamit dulu,

bukan karena kehabisan berpikir.

Semoga pantun menyentuh kalbu,

mewariskan kesan tiada berakhir.

Baca Juga: Kiprah PBSI Unika St. Paulus Ruteng: Luar Biasa! Sebelum Ujian Skripsi, Mahasiswa Sudah Harus Terbitkan Buku

Berbalas Pantun dengan Sabarti Akhadiah

Tentang bagaimana Romo Bone Rampung dan Sabarti Akhadiah akhirnya menghadirkan dua jilid buku kumpulan pantun itu, berikut ini kisahnya.

Inisiatif awalnya dari Romo Bone. Mulanya ia mengirim foto-foto bunga mekar dinihari  melalui akun Facebook dan Wahasapp kepada semua teman. Pada setiap foto tertulis pantun empat baris. Bisa dikatakan, gambar yang dikitim itu gambar berpantun. Bisa juga dibalik, pantun bergambar.

Hal yang sama ia lakukan sore hari. Jadinya tiap hari Romo Bone menghasilkan dan menyebarkan gambar berpantun atau pantun bergambar.

Yang setia membalas adalah Sabarti Akhadiah. Dia doktor Pendidikan Bahasa dan mantan guru besar Pendidikan Bahasa. Mantan dosen FKIP Universitas Andalas Padang, IKIP Jakarta, dan UHAMKA Jakarta. Dia juga penulis modul untuk Universitas Terbuka (UT), Depdikbud, Erlangga, dan Dikti.

Setiap hari Romo Bone dan Ibu Sabarti berbalas pantun. Akhirnya terkumpullah 250 pasang pantun dan diterbitkan sebagai buku jilid 1 tahun 2020. Berbalas pun pantun berlanjut, terbitlah jilid 2, tahun 2021.

Berbalas Pantun dengan Mahasiswa

Apa yang dilakukan Romo Bone dan Ibu Sabarti menjadi model. Ini yang kemudian dilanjutkan oleh Romo Bone bersama mahasiswanya.

Alhasil, hingga saat ini para mahasiswa Prodi PBSI Unika St. Paulus Ruteng mampu menghasilkan 30-an buku kumpulan pantun.

Seperti diberitakan, setiap mahasiswa PBSI diwajibkan menerbitkan buku sebelum menjalani ujian skripsi. Menerbitkan buku menjadi prasyarat ujian skripsi.

Baca Juga: Kiprah PBSI Unika St. Paulus Ruteng: Luar Biasa! Sebelum Ujian Skripsi, Mahasiswa Sudah Harus Terbitkan Buku

“Sekarang mahasiswa saya (PBSI) dua tiga tahun terakhir wajib membalas pantun, kemudian dibukukan. Yang sudah dijilid ada sekitar 30-an,” kata Romo Bone Rampung.

KrebaDi’a.com sempat memotret buku-buku karya mahasiswa PBSI tersebut. Buku-buku yang diterbitkan itu tidak main-main. Semuanya ber-ISBN.

Para mahasiswa PBSI itu menulis dalam tim. Satu tim satu buku, terdiri dari empat lima enam mahasiswa. Dalam tiap buku selalu ada nama Bonefasius Rampung, S.Fil, M.Pd sebagai penulis pertama. Sebab, pantun dialah yang menjadi pancingan awal lahirnya ratusan pantun balasan dari para mahasiswa.

Menulis pada Jurnal Ilmiah   

Selain menulis buku, Romo Bone Rampung juga menulis hasil penelitian yang dimuat pada jurnal ilmiah kampus, baik sendirian maupun bersama rekan dosen.

Selain itu, Romo Bone juga terlibat menjadi salah satu tim penyusun Kamus Bahasa Indonesia Manggarai. Pengarang: Yohanes Lon, Bonefasius Rampung, Eliterius Sennen, Inosensius Sutam, Fransiska Widyawati, Stanislaus Tatul, Bernadeta Dudet, Andreas Alang, Maria Jelamut, Fransiskus Sawan, Yohanes Dangku. Penerbit Kanisius, 2018.

Berikut ini rekaman KrebaDi’a.com tentang karya Romo Bone Rampung dalam berbagai jurnal ilmiah.

(1) “Exploring Motifs In Towe Songke, Manggaraian Ethnic Woven Fabric, In Mathematics Perspective“. Pengarang: Alberta Parinters Makur, Bedilius Gunur, Bonefasius Rampung. Dimuat pada Jurnal SJME (Supremum Journal of Mathematics Education), 29 Juli 2020.

(2) “Elipsis of Discourse About  Covid-19 in The Kompas Newspaper Opinion Column“. Pengarang: Bonefasius Rampung, Antonius Nesi, Petrus Sii. Jurnal Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, 7 Juli 2020.

(3) “Exploring Motifs In Towe Songke, Manggaraian Ethnic Woven Fabric“. Pengarang: A. P. Makur, B. Gunur, B. Rampung. Jurnal Mathematics Perspective. SJME (Supremum Journal of Mathematics Education), 2020.

(4) “Elipsis pada Wacana tentang Covid-19 dalam Kolom Opini Surat Kabar Kompas”. Pengarang: Bonefasius Rampung, Antonius Nesi, Petrus Sii. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, 2020.

(5) “Lingko: Interweaving Manggarai Culture, and Mathematics“. Pengarang: A. P. Makur, I. Sutam, B. Gunur, B. Rampung. Journal of Physics: Conference Series, Penerbit IOP Publishing, 1 Oktober 2019.

(6) “Penyusunan Kurikulum Bahasa Indonesia untuk Postulat OFM Pagal, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai”. Pengarang: Antonius Nesi, Bonefasius Rampung. Jurnal Randang Tana-Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2019

(7) “Masalah Sosial dalam Cerpen Kompas Tahun 2012: Deskripsi Masalah, Bentuk Pengungkapan, dan Relevansinya untuk Pendidikan Karakter”. Pengarang: Bonefasius Rampung. Jurnal BIBLIOTIKA: Jurnal Kajian Perpustakaan Dan Informasi, 5 April 2017.

(8) “Kesalahan Pengafiksan pada Karangan Narasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Langke Rembong Tahun Ajaran 2018/2019”. Pengarang: Natalia Rida, Antonius Nesi, Bonefasius Rampung. Jurnal Turut Belajar dan Didik.

(9) “Kesalahan Penggunaan Tanda Baca pada Teks Deskripsi Siswa SMPN 10 Lolang Tahun Ajaran 2018/2019”. Pengarang: Liliosa Sangur, Bonefasius Rampung, Antonius Nesi. Jurnal Turut Belajar dan Mendidik.

(10) “Model Pembelajaran Sastra Tutorial Sebaya dengan Media Teknologi Kreasi Siswa”. Pengarang: Yohana Helena Ratih, Bonefasius Rampung, Antonius Nesi. Jurnal Turut Belajar dan Mendidik.

Mengampu Banyak Mata Kuliah

Selain sibuk oleh tugasnya sebagai birokrat kampus karena dia Kaprodi PBSI, Romo Bone Rampung juga harus mengampu banyak mata kuliah, baik pada Prodi PBSI maupun pada Prodi Teologi.

Sekadar gambaran, berikut ini mata kuliah yang diampu Romo Bone sepanjang  2015-2020. Data diambil dari situs https://profilpelajar.com.

Bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia Keilmuan, Sosio Linguistik, Filsafat Bahasa, Sastra, Kritik Sastra,  Sejarah Sastra, Bahasa Arab.

Literasi Dasar Akademik, Menulis Kreatif, Dasar-Dasar Menulis, Menulis Ilmiah, Kemahiran Dasar Berbahasa Tulis, Kemahiran Lanjut Berbahasa Tulis.

Dasar Jurnalistik dan Keredaksian, Pengelolaan Jurnalistik Sekolah, Dasar-Dasar Jurnalistik dan Keredaksian, Peliputan Jurnalistik.

Belajar Bahasa, Pembelajaran Mikro, Pengelolaan Pembelajaran Sastra di Sekolah Menengah, Pengembangan Sumber dan Media Pembelajaran Bahasa Indonesia, Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran Bahasa Indonesia, Pengembangan Pembelajaran Bindo SD.

Filsafat Manusia, Ajaran Sosial Gereja,  Pendidikan Nilai dan Karakter.

Editor: Tim Redaksi