Proficiat, Kae Max … Salam Lengkung!

Kata “lengkung” jadi term kami semeja makan: untuk gambarkan orang yang tekun berdoa dan belajar.

Avatar of Redaksi Krebadia
Salam Lengkung

Ditulis oleh Luis Rota

Ini salam dimulai di meja makan Ritapiret. Kae Max Regus yang baru pulang TOP menjadi ketua meja makan. Tiap kali makan – entah pagi, siang atau malam – Kae selalu bawa cerita-cerita lucu, dan sekaligus ide-ide gemilang. Ide itu kemudian ada yang benaran menjadi skripsi. Setidaknya skripsi saya waktu itu.

Seserius atau selucu apapun obrolan di meja makan, Kae Max selalu bilang: “Biar gara-gara, tapi jangan lupa lengkung e ….” Kata “lengkung” jadi term kami semeja makan: untuk gambarkan orang yang tekun berdoa dan belajar. Berlutut sampai lengkungkan badan. Atau juga belajar sampai badan melengkung. Setelah itu, mau ketemu di mana saja, Kae Max selalu bilang: “Oe Eja, lengkung .…” Dan kami dua pun tertawa, teringat meja makan di Ritapiret.

Setelah Ritapiret, kami ketemu lagi di Jakarta saat persiapan ke luar negeri, bertemu juga di Aachen (Jerman) dan terakhir di Stipar Ende, saat beliau jadi narasumber seminar.

Tahun 2018, di Aachen, bersama Bapa Uskup Agung Ende, Alm. Mgr. Sensi dan Kae Rm Stef Wolo Itu, kami ke Misereor; mengantar Bapa Uskup untuk bertemu direktur Missio Aachen, yang kebetulan teman dekat Rm. Max. Saat selesai pertemuan dan mau ke restoran, tanpa sengaja buku Orasi terjatuh dari saku celana Kae Max. Bapa Uskup Sensi (Alm.) berujar sambil tersenyum: “Ae, Maxi, deras e ….” Kae Max hanya tertawa, sementara saya dan Rm Stef komentar sambil menirukan logat Manggarai: “Ole, deras betul itu lengkung, Kraeng … haha.”

Kini Kae Max sudah resmi jadi uskup Labuan Bajo. Saya sangat yakin, Kae Max akan menjalankan tugas dan pelayanannya dengan luar biasa. Kae Max punya devosi yang kuat kepada Bunda Maria dan ke mana-mana bawa buku Orasi. Pasti Bunda Maria dan Tuhan Yesus sertai Kae Max selalu …

Proficiat, Kae Max … Salam lengkung! … hehehe .…

SUMBER