Rayakan Hari Susu Nusantara, Prodi Peternakan Unika Santu Paulus Adakan Sosialisasi di SDK Kumba 1 Ruteng

Avatar of Etgal Putra
56d85483 7aee 42cd 9adf a7939d812223

SOSIALISASI HARI SUSU NUSANTARA — Mahasiswa dan dosen Prodi Peternakan Unika Santu Paulus Ruteng berfoto di halaman SDK Ruteng 1 seusai sosialisasi Hari Susu Nusantara (HSN) tahun 2022. Untuk tahun 2023, sosialisasi HSN diadakan di SDK Kumba 1.
FOTO : unikastpaulus.ac.id

KrebaDi’a.com — Merayakan Hari Susu Nusantara (HSN) 1 Juni 2023, Program Studi (Prodi) Peternakan Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng mengadakan sosialisasi HSN kepada murid SDK Kumba 1 Ruteng, Jalan Ranaka 50, Ruteng, Jumat 2 Juni 2023.

Demikian rilis yang diterima KrebaDi’a.com via Whatsapp dari Kaprodi Peternakan Unika Santu Paulus, Maria Tarsisia Luju, S.Pt., M.Pt., Kamis 1 Juni 2023.

Kegiatan ini melibatkan 8 dosen, 1 tenaga didik, dan 21 mahasiswa.

Delapan dosen tersebut adalah Maria Tarsisia Luju, S.Pt., M.Pt, Puspita Cahya Achmadi, S.Pt., M.Pt, Roselin Gultom, S.Pt., M.Pt, Nautus Stivano Dalle, S.Pt., M.Pt, drh. Yohana Maria Febrizki Bollyn, S.KH., M.Si, drh. Korbianus Feribertus Rinca, S.KH., M.Sc, drh. Elisabeth Yulia Nugraha, S.KH., M.Si, Wigbertus Gaut Utama, S.Fil., M.Sc, serta satu tenaga didik Yosefina Safitri Udus, S.Sos.

Ini untuk kedua kalinya Prodi Peternakan Unika Santu Paulus Ruteng melakukan sosialisasi HSN pada tingkatan sekolah dasar.

Sebelumnya, seperti dilansir unikastpaulus.ac.id, kegiatan serupa dillaksanakan pada tahun 2022 di SDK Ruteng 1.

Baca Juga: Perluas Kampus ke Borong dan Labuan Bajo, Unika St. Paulus Ruteng Siap Jalin Kerja Sama dengan Triputra Jakarta dan 2 Lembaga Filipina

Agar Cerdas dan Sehat

Dalam rilisnya, ketua panitia penyelenggara kegiatan Puspita Cahya Achmadi, S.Pt, M.Pt menerangkan, tema Hari Susu Nusantara 2023 adalah “Ciptakan Generasi Gemar Minum Susu yang Cerdas dan Sehat”.

Diterangkannya, berdasarkan tema tersebut, panitia HSN 2023 telah merancang tiga kegiatan utama yang bersinergi dan diharapkan dapat memberi dampak pada kesadaran generasi muda akan pentingnya nutrisi susu.

Kegiatan pertama adalah sosialisasi HSN pada sekolah dasar pada tanggal 2 Juni. Tujuan sosialisasi ini adalah mengedukasi siswa untuk mengonsumsi susu sebagai salah satu cara pemenuhan kebutuhan gizi.

Kegiatan kedua adalah bazar HSN pada tanggal 5 Juni 2023. Bazar dilakukan untuk memacu kreativitas mahasiswa dalam mengolah susu menjadi produk kreatif dan bernilai ekonomis.

Kegiatan ketiga adalah seminar ilmiah yang tanggalnya belum ditetapkan oleh panitia. Tujuan seminar ini adalah mengedukasi mahasiswa mengenai peran krusial peternak sapi dalam usaha peningkatan produksi susu dalam negeri.

Baca Juga: Tentang Rektor Unika St. Paulus Terpilih, Kaprodi Maria Tarsisia Luju: Siapa pun, Unika Harus Semakin Berkembang

Dikemas dengan Menarik

Untuk sosialisasi HSN tanggal 2 Juni, panitia telah menyiapkan materi sosialisasi yang dikemas secara padat, interaktif, dan menarik.

Interaktif dan menarik menjadi pertimbangan panitia, karena target sosialisasi kali ini adalah murid sekolah dasar.

Interaktif, agar semua siswa yang hadir bisa terlibat aktif dalam sosialisasi. Menarik, agar materi sosialisasi mudah diserap dan dicerna oleh mereka.

Berdasarkan tujuan itu panitia HSN menyiapkan tiga pokok kegiatan inti, yaitu sosialisasi, lomba mewarnai berhadiah, dan pembagian produk susu kepada murid yang hadir.

Baca Juga: Perayaan Ultah Ke-64 Unika St. Paulus Ruteng Dipuji Karena Peduli Ekonomi Berkelanjutan

Sejarah Hari Susu Sedunia

hari susu sedunia 629642d1bb448666493533b2
Rayakan Hari Susu Nusantara, Prodi Peternakan Unika Santu Paulus Adakan Sosialisasi di SDK Kumba 1 Ruteng 3

Hari Susu Sedunia yang diperingati setiap 1 Juni merupakan hari yang ditetapkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai pengakuan akan pentingnya susu sebagai makanan global.

Hari Susu Sedunia ditetapkan untuk memberikan fokus langsung kepada industri susu dan mempublikasikan berbagai kegiatan yang terkait dengannya.

Industri susu tidak dapat dipandang sebelah mata. Industri ini mendukung mata pencaharian sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia.

Dilansir worldmilkday.org, untuk tahun 2023 tema Hari Susu Sedunia adalah “Enjoy Milk” (Nikmatilah Susu).

Dijelaskan, Hari Susu Sedunia tahun ini berfokus pada strategi mengurangi jejak karbon yang dihasilkan oleh industri susu, namun tetap menghasilkan produk berkualitas serta bernutrisi tinggi.

Indonesia kemudian turut serta merayakan Hari Susu Sedunia dengan tajuk “Hari Susu Nusantara”.

Penetapan perayaan Hari Susu Nusantara dimulai pada tahun 2009 setiap tanggal 1 Juni, berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 2182/KPTS/PD.420/5/2009.

Baca Juga: Dari Ultah Ke-64 Unika St. Paulus Ruteng: Mahasiswa Bangga Belajar Berwirausaha secara Nyata

Peran Susu dalam Tumbuh Kembang

Ada tiga tujuan yang hendak dicapai dalam Hari Susu Nusantara.

Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya minum susu untuk kecerdasan.

Kedua, meningkatkan konsumsi minum susu demi terwujudnya peningkatan kualitas gizi bangsa.

Ketiga, mendorong percepatan pengembangan industri sapi perah nasional yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak.

Mengutip website Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Hari Susu Nusantara ditetapkan karena mirisnya konsumsi susu masyarakat Indonesia.

Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, konsumsi susu orang Indonesia merupakan yang terendah.

Baca Juga: Ultah Ke-64 Unika St. Paulus Ruteng: Dibuka dengan Misa, Ditutup dengan Pameran Ekraf Mahasiswa

Ini terjadi karena hanya 20 persen kebutuhan bahan baku susu untuk beragam industri di dalam negeri saat ini yang mampu dipasok oleh peternakan lokal, selebihnya masih impor.

PDHI berharap perayaan Hari Susu Nusantara bisa menggugah kepekaan orang tentang pentingnya minum susu bisa bertambah.

Kekurangan produksi susu segar dalam negeri merupakan peluang besar peternak susu untuk mengembangkan usahanya.

Namun peternak masih menghadapi permasalahan, antara lain rendahnya kemampuan budidaya khususnya menyangkut kesehatan ternak serta rendahnya kualitas bibit.

Kekurangan tersebut mengakibatkan lambatnya pertumbuhan produksi susu dan menurunnya kualitas susu yang dihasilkan.

Masalah lainnya adalah terhambatnya perkembangan produksi susu domestik sebagai akibat mulai sulitnya lahan sebagai sumber rumput hijauan bagi ternak, tingginya biaya transportasi, dan kecilnya skala usaha.

Editor: Redaksi KrebaDi’a