Ditulis oleh Redaksi Krebadia
Krebadia.com — Etgal Putra jurnalis media daring Krebadia.com dengan gagasan “Manajemen Iklan Digital” meraih juara pertama dalam Business & Event Proposal Competition (Lomba Proposal Ide Bisnis) Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang diselenggarakan Yayasan Puspita Bangun Bangsa.
Pengumuman juara disampaikan ketua yayasan, Flory Santosa Nggagur, pada Sabtu 10 Januari 2023, di pendopo Kantor Yayasan Puspita Bangun Bangsa, Jalan Dr. Soetomo Nomor 17, Kampung Maumere, Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Keluar sebagai juara kedua, tim Rezeki Ruteng yang diwakili Fransiskus Apriano Man dan tiga rekannya dari Prodi Peternakan Unika Santu Paulus Ruteng. Mereka mempresentasikan ide suplemen nutrisi bagi ternak sapi dalam bentuk permen yang mudah dicerna serta murah biaya pembuatannya.
Juara tiga diraih Rosalia Nganus dari tim Liwut Sari, produsen suplemen herbal lokal berbahan dasar jahe dan temulawak.
Selain tiga juara utama, panitia menetapkan dua juara harapan yang dinilai punya potensi untuk berkembang.
Juara harapan satu diraih Yohanes Do Dian Dinar, yang mempresentasikan ide baju kaus (tshirt) bertema bahasa Manggarai dalam merek (brand) “Sa Flores”.
Sedangkan juara harapan dua diraih Maria Mardiana Eka Tari Jehanat yang mempresentasikan ide bisnis kerajinan tangan (handycraft) berbahan dasar kardus.
Kriteria: Kekinian, Unik, Prospektif, “Applicable”
Lomba yang diikuti puluhan peserta ini diawali pendaftaran serta pengumpulan proposal ide bisnis sejak 7 Desember 2023 hingga 20 Januari 2024.
Peserta yang proposalnya dipilih tim juri dipanggil melalui surat yang dikeluarkan panitia untuk mempresentasikan ide pada 3 Februari 2024.
Lima juri dihadirkan saat presentasi ide. Mereka menilai berbagai kriteria yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan lomba yang ditetapkan panitia.
Ketentuan tersebut meliputi ide bisnis baru atau dengan sentuhan baru yang kekinian, unik, serta prospektif dan mudah diterapkan (applicable).
Lomba ini didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta Kamar Dagang (Kadin) Manggarai.
Sedikit yang Bergerak di Bidang Jasa Digital
Menjawab Krebadia, pemenang pertama Etgal Putra mengatakan ia mengikuti lomba ini bukan sebagai jurnalis, “tetapi sebagai penggagas, sesuai dengan disiplin ilmu yang saya tekuni yaitu manajemen bisnis.”
Ia menjelaskan, banyak anak muda di Manggarai memiliki ide usaha cemerlang, namun hampir semuanya berkategori usaha berbentuk barang.
“Sedikit sekali yang bergerak di bidang jasa, apalagi bidang jasa digital,” kata Etgal.
“Ini celah yang kami sasar, seperti aplikasi Kraeng-Jek yang pernah kami operasikan.”
Sebelumnya, ia bersama tiga rekannya menggeluti bisnis jasa transportasi melalui aplikasi transportasi berbasis digital bernama Kraeng-Jek pada 2022.
“Saat ini layanan Kraeng-Jek kami hentikan sementara karena biaya operasional,” kata Etgal.
“Tetapi dalam waktu dekat aplikasi ini akan kembali beroperasi. Sudah ada beberapa pemodal yang mau bantu operasionalnya.”
Ide Para Peserta Lomba Dipuji
Terkait ide yang muncul dalam lomba ini, Yayasan Puspita Bangun Bangsa Flory Santosa Nggagur memberikan pujian kepada para peserta yang telah mendaftar dan tampil.
“Anak muda Manggarai tidak kalah kalau soal ide,” kata Flory dalam sambutannya sebelum mengumumkan peserta pemenang lomba.
Dikatakannya, banyak ide potensial yang terkumpul selama periode pendaftaran lomba.
“Namun, kami para juri tentu berpegang pada ketentuan saat menilai,” kata Flory.
“Peserta yang terpilih sebagai juara adalah peserta yang menawarkan ide terbaik, yang unik, dan bisa diaplikasikan.”
Pengangguran Terdidik: Bom Waktu di Manggarai
Tingginya jumlah anak muda yang mengenyam pendidikan tinggi menjadi berkat sekaligus tantangan bagi kabupaten Manggarai.
Poin ini disampaikan Flory dalam sambutannya sebelum membacakan pemenang lomba dan acara penyerahan hadiah.
“Kekhawatiran kami, ada sebuah bom waktu yang bernama pengangguran terdidik,” kata Flory.
Kekhawatiran itu berdasar pada tingginya jumlah sarjana baru di kabupaten ini, namun tidak diimbangi dengan jumlah lapangan kerja yang memadai untuk menyerap lulusan baru.
“Banyak yang dari Jawa, termasuk mereka yang lulus dari Unika (St. Paulus Ruteng) dan Kupang,” katanya.
Kekhawatiran ini lantas mendorong Yayasan Puspita Bangun Bangsa mengadakan lomba ide bisnis yang tujuannya memancing kaum muda Manggarai.
“Agar berani menampilkan dan mengaplikasikan ide bisnis mereka,” kata Flory.
“Lomba ini hanya langkah awal,” kata Flory sebelum melanjutkan, “ke depannya kami yakin akan lahir banyak anak muda kreatif dengan mindset bisnis yang keren.”
Melahirkan Ide Bisnis Baru
Lima pemenang telah melahirkan lima ide yang dinilai unik dan layak oleh juri.
Juara pertama Etgal Putra dari Krebadia yang mempresentasikan ide manajemen digital advertising dinilai juri sebagai ide yang punya prospektif sebagai pendukung pertumbuhan UMKM dari aspek iklan yang selama ini masih berkutat dalam metode konvensional.
Dalam presentasinya, Etgal menyoroti, beberapa tahun terakhir iklan digital sudah banyak bertebaran di internet, namun pengaplikasian dalam UMKM di Manggarai masih sangat minim.
“Digital itu mudah dalam operasionalnya, murah dari aspek biayanya dan bisa diukur efektivitasnya,” kata Etgal.
Menurutnya, digitalisasi dalam dunia usaha merupakan keharusan, sebuah langkah yang harus untuk mempromosikan produk atau jasa yang berujung pada meningkatnya angka penjualan.
“Sayangnya, masih banyak yang belum paham soal algoritma serta strategi marketing digital. Jadi, kami hadir untuk membantu dalam aspek itu,” kata Etgal.
Puspita: Pusat Pikiran Kita
Flory Santosa Nggagur mengharapkan kelima pemenang lomba mampu merealisasikan ide yang telah ditawarkan.
“Dengan kalian melakukan itu, maka ada lapangan kerja yang terbentuk,” kata Flory.
Menurut Flory, dengan terciptanya lapangan kerja yang berawal dari lima proposal ide yang telah ditetapkan sebagai juara, maka kemandirian telah terbentuk secara otomatis.
Para pemenang lomba diharapkan menjadi berkat, pemicu, dan pendukung bagi ide-ide baru yang mungkin saja belum terjaring di luar sana.
Flory mengajak semua pemenang untuk berkolaborasi, saling mendukung dan terus menjalin komunikasi agar berbagai kendala dapat diatasi bersama.
Ia juga menjelaskan, hadiah yang diterima para pemenang tentu belum cukup untuk membangun sebuah bisnis yang layak serta mapan.
Namun, hadiah tersebut sebaiknya dilihat sebagai apresiasi dan dukungan yang diberi yayasan agar ide yang telah ada tidak layu dan mati sebelum berkembang.
“Kalau ada kendala, butuhkan bantuan jaringan untuk memulai bisnis kalian, silakan datang ke sini ( Kantor Yayasan Puspita Bangun Bangsa). Pintu akan selalu dibuka lebar,” katanya.
“Puspita itu singkatan dari Pusat Pikiran Kita,” kata Flory, merujuk nama yayasan yang ia ketuai.
“Semua ide baik kita bangun bersama. Kita pikirkan dan kerjakan bersama,” katanya.
Baca BERITA atau artikel KREBADIA menarik lainnya
EDITOR: Redaksi Krebadia.com