Soal Berita Buruk Yapersukma: Klarifikasi Pemkab Manggarai Dipuji Pelaku Media, Namun Diragukan Kebenarannya oleh Yapersukma

WhatsApp Image 2023 06 16 at 18.28.22

KrebaDi’a.com — Klarifikasi Pemkab Manggarai atas berita media infopertama.com yang menyerang Yayasan Persekolahan Sukma (Yapersukma) dipuji oleh pelaku media, tetapi diragukan kebenarannya oleh Yapersukma karena analisis semantik dalam klarifikasi pemkab mengabaikan konteks yang menggambarkan isi hati pejabat yang dikutip.

Pelaku media Frans Anggal yang adalah pemimpin redaksi KrebaDi’a.com memuji sikap tanggap Pemkab Manggarai. Sedangkan Sekretaris Yapersukma Pusat Romo Bonefasius Rampung dan mantan ketua Yapersukma Pusat Romo Edigius Menori justru meragukan kebenaran autentik dari klarifikasi tersebut.

“Klarifikasi yang cepat sangat berguna di tengah arus informasi yang cepat dan massif,” kata Anggal.

“Dengan klarifikasi cepat itu, persepsi salah yang dapat terbentuk di benak publik bisa segera dilawan, dilemahkan, syukur-syukur kalau bisa dihilangkan,” kata Anggal.

Kantor Yayasan Sukma
Kantor Yapersukma Pusat Ruteng

Anggal mengapresiasi sikap Pemkab Manggarai yang, meski merasa dirugikan, tidak mengambil langkah somasi sebagaimana terjadi di Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Ia merujuk kasus video viral di Tiktok yang menayangkan Sekdinkes Matim Pranata Kristiani Agas (Ani Agas) menawarkan tanah-tanah puskesmas di Matim kepada Kapolda NTT Johni Asadoma untuk pembangunan pos polisi.

Baca Juga:Kasus Sekdinkes Ani Agas Tawarkan Tanah Puskesmas kepada Kapolda NTT, Kadinkes Surip Tintin: “Maaf, Saya Tidak Bisa Kasih Komentar”

Tidak seperti pejabat Pemkab Manggarai yang cepat melakukan klarifikasi, pejabat Pamkab Matim Ani Agas tidak melakukan klarifikasi apa pun sampai detik ini, apalagi untuk meminta maaf kepada publik atas kelancangan di luar batas kewenangannya.

“Ini skandal besar dalam birokrasi. Atasannya Ani, si kepala dinas kesehatan, tidak bisa berkomentar. Sekda juga tidak ada suaranya sama sekali. Ini birokrasi macam apa? Apakah karena Ani anak bupati maka para pejabat tiarap berjemaah? Ini mengerikan,” kata Anggal.

Menurut dia, pejabat Pemkab Manggarai Timur patut belajar dari pejabat Pemkab Manggarai dalam hal bagaimana menyikapi berita media yang dinilai merugikan.

“Apa yang dilakukan Pemkab Manggarai dengan klarifikasinya yang dimuat lengkap oleh media yang telah merugikan pihaknya merupakan perwujudan dari hak jawab sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pemkab Manggarai pakai jurus cerdas, bukan jurus mabuk,” kata Anggal.

Romo Bone Rampung
Romo Bone Rampung (Istimewa)

Reaksi berbeda datang dari pihak Yapersukma.

Ditemui di Ruteng, Jumat 16 Juni 2023, Sekretaris Yapersukma Romo Bone Rampung berpendapat, klarifikasi Pemkab Manggarai patut diragukan kebenarannya.

Baca Juga:Dituduh Tipu-Tipu Gaji Guru Komite di SDK di Manggarai, Mantan Ketua Yapersukma Pusat Romo Edy Menori Memberikan Tanggapan Lengkap

Alasan Romo Bone, klarifikasi Pemkab Manggarai berupa penafsiran atas teks berita infopertama.com sangat semantik sifatnya. Padahal tafsiran itu harus pragmatik, karena harus sesuai dengan konteks.

“Pernyataan bupati itu pasti ada konteksnya. Tidak mungkin pernyataannya lepas begitu saja,” kata Romo Bone.

Untuk tahu konteks pertanyaan wartawan, kata Romo Bone, bupati tentu tanya dulu kepada si wartawan maksud pertanyaannya apa, isu yang hendak dipublikasikannya apa.

Romo Bone yakin tidak mungkin tidak ada konteksnya ketika menjawab wartawan bupati mengatakan bahwa yayasan lain di Manggarai selalu bayar gaji sesuai dengan SK. Artinya, tidak seperti Yapersukma bukan?

Kecurigaan Romo Bone sama seperti kecurigaan Romo Edy Menori bahwa bupati ada dalam frekuensi emosi yang sama dengan wartawan.

“Pertanyaan besarnya, ini ada apa sampai bisa sama frekuensi emosinya,” kata Romo Bone.